brand awareness

Brand Awareness tidak berlangsung secara otomatis dan mudah. Pernahkah Anda bertanya-tanya fenomena apa yang membuat Anda langsung berpikir tentang Gojek atau Grab setiap kali ada yang bertanya moda transportasi daring ? Apa yang membuat merek itu langsung terlintas di pikiran Anda setiap kali seseorang mengajukan pertanyaan yang tidak terduga dalam topik tertentu ?

Perusahaan menanamkan miliaran rupiah untuk menanamkan brand mereka di dasar pikiran pelanggan. Banyak yang bahkan berhasil menjadi kata yang kita ucapkan sehari-hari. Brand Awareness atau kesadaran merek adalah langkah pertama untuk memposisikan merek Anda di pasar. Ini adalah proses yang berkelanjutan yang tidak hanya membantu mendapatkan lebih banyak pelanggan, tetapi juga membawa pelanggan yang sudah ada untuk membeli lebih banyak.

Kali ini kita akan membahas apa itu brand awareness, jenis-jenisnya, cara mengukurnya, dan bagaimana cara meningkatkan kesadaran merek untuk brand produk maupun layanan Anda.

Apa Itu Brand Awareness ?

Brand Awareness atau kesadaran merek artinya adalah sejauh mana brand Anda dikenali dan diingat oleh konsumen maupun target pasar Anda. Selain itu kesadaran merek juga bisa diukur melalui seberapa banyak produk atau layanan brand Anda dikaitkan dengan kategori produk tertentu.

Kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat bahwa merek ini diperlukan sekali untuk dilakukan dan dipelajari karena itu akan menjadi faktor utama yang menentukan perilaku konsumen pada saat membuat keputusan untuk melakukan pembelian. Kesadaran merek adalah tahap pertama untuk secara strategis mempengaruhi proses pengambilan keputusan calon pelanggan. Perusahaan menghabiskan uang hingga puluhan hingga ratusan juta hanya agar pelanggannya peduli (aware) terhadap merek mereka.

Pada saat yang sama, pemilik merek juga sangat penting untuk mempelajari perilaku konsumen untuk meningkatkan kesadaran konsumen akan produk dan layanan mereka, dan pada saat yang bersamaan bermanfaat juga untuk pengembangan strategi promosi, penjualan, termasuk strategi umum dalam pengembangan bisnis.

Namun, ini tetap menjadi skala yang tidak dapat diukur dengan sempurna, dan awareness tidak selalu berarti bahwa orang akan membeli produk dengan merek mereka. Namun, brand awareness sangat penting bagi perusahaan, terutama perusahaan baru.

Sebelum Anda dapat memiliki merek dengan brand awareness yang tinggi dari konsumen, Anda harus melakukan branding terlebih dahulu. Branding adalah proses atau upaya yang berguna untuk memberikan makna dan nilai pada produk atau layanan.

Artinya, Anda sebagai pemilik merek harus menciptakan citra yang baik dan solid dalam benak masyarakat, serta strategi yang dapat dirancang oleh perusahaan untuk membantu proses pengenalan brand secara tertarget, cepat dan efisien. Dengan cara ini, produk dan layanan Anda menjadi khas diantara produk dan layanan lainnya yang telah beredar di pasar.

Dalam proses branding untuk menanamkan brand awareness, Anda dapat membuat kesan mendalam, baik dalam pembuatan nama produk, warna khas, dan logo yang unik. Yang terpenting adalah mempertahankan kualitas produk maupun layanan yang stabil. Semakin kuat gambar yang dibuat, lebih kuat, maka brand awareness masyarakat yang terbentang. Bahkan, loyalitas mereka akan meningkat, itu bisa menjadi sarana promosi untuk produk tanpa perlu Anda memintanya.

Manfaat Brand Awareness

Adalah sebuah fakta bahwa konsumen akan lebih mempercayai brand yang telah dikenal secara luas dibandingkan brand yang belum banyak dikenal masyarakat. Brand Awareness merupakan langkah awal yang besar untuk membuat brand Anda semakin dikenal masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa manfaat utama brand awareness untuk kepentingan usaha produk atau layanan Anda.

1. Menciptakan Sudut Pandang

Kesadaran akan sebuah merek paling mudah dikampanyekan melalui media sosial. Jika yang terjadi di lapangan berlangsung sesuai dengan rencana dan strategi perusahaan, maka kampanye ini akan menghasilkan pandangan yang positif dari audiens yang sangat berpotensi menjadi konsumen Anda.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki teman yang memberi tahu tentang sebuah tempat rekreasi dimana ia sangat menikmati seluruh pengalamannya disana. Meskipun mungkin Anda tidak langsung mengunjungi tempat tersebut, kemungkinan tetap besar untuk Anda merekomendasikan secara positif kepada siapa saja yang menginginkan saran Anda mengenai sebuah tempat rekreasi.

2. Menimbulkan Kepercayaan

Brand Awareness pada dasarnya pasti akan menimbulkan rasa percaya. Ketika Anda melihat bahwa orang berinteraksi dengan sebuah brand dan mendapatkan pengalaman yang baik, itu akan membangun kepercayaan terhadap merek tersebut, sekalipun Anda belum mencobanya.

Contohnya adalah misal ketika Anda pergi ke salah satu negara di benua Afrika dan menemui tiga restoran berbeda, salah satunya adalah KFC dan dua lainnya adalah restoran lokal. Kemungkinan besar atau mungkin bisa dipastikan bahwa Anda akan langsung memilih KFC karena Anda mempercayai brand tersebut, baik itu soal rasa maupun kebersihan yang ditawarkan.

3. Menarik Pelanggan Baru

Jika praktik branding dapat meninggalkan kesan yang baik dan mendalam, Anda mungkin dapat membawa lebih banyak pelanggan baru. Terutama jika produk dengan merek Anda memiliki kualitas baik dan dapat memenuhi apa yang diinginkan konsumen.

Ingat hukum pemasaran yang menyebutkan bahwa seorang konsumen yang puas dengan sebuah produk merek tertentu akan mengundang 10 temannya untuk menggunakan produk dari merek yang sama. Promosi mulut ke mulut merupakan salah satu strategi marketing yang paling ampuh.

4. Meningkatkan Harga Jual

Proses branding akan terus mempengaruhi brand awareness. Peningkatan pada kesadaran akan sebuah merek yang dibarengi dengan stabilnya kualitas produk maupun layanan yang ditawarkan, maka bukanlah sebuah kesalahan jika Anda melakukan kenaikan harga penjualan dan konsumen Anda tetap membeli produk tersebut.

Banyak sekali teknik yang baik untuk meningkatkan harga jual Anda, mulai dari packaging yang unik dan valuable, menerapkan penawaran khusus untuk pelanggan setia, atau bisa juga memberikan sistem garansi.

5. Meningkatkan Brand Equity

Semakin banyak orang mengetahui dan mengenal sebuah merek, maka akan semakin tinggi nilai merek tersebut. Brand Equity membuat penawaran yang sudah umum diberikan menjadi lebih berharga karena ditawarkan oleh brand tertentu yang telah dikenal luas oleh masyarakat.

3 Level Brand Awareness

Brand Awareness itu sendiri bisa dibagi menjadi tiga level atau tingkatan, yaitu sebagai berikut :

1. Brand Recognition

Brand Recognition adalah kapasitas konsumen untuk mengenali suatu produk ketika mereka melihat produk tersebut. Memang belum tentu konsumen dapat mengingat nama mereka, tetapi mereka akan segera mengenalinya ketika melihat gambar visual produk, seperti logo, slogan atau warnanya.

2. Brand Recall

Brand Recall adalah kemampuan konsumen untuk mengingat sebuah nama merek sesuai dengan kategori produk. Sampai di level ini, ketika konsumen mendengar atau berpikir tentang sebuah kategori produk maka mereka akan langsung mengingat sebuah merek tertentu. Jika brand Anda sudah sampai di level ini, ini mengindikasikan bahwa konsumen dan target konsumen Anda sudah memiliki memori terhadap brand Anda.

Menurut riset yang dilakukan, umumnya konsumen bisa mengingat 1-7 merek dalam satu kategori produk. Misalnya ketika Anda ingin menggunakan transportasi online, kemungkinan besar mereka akan mengingat brand yang familiar di ingatan dan telinga mereka.

3. Top of Mind Awareness

TOMA atau Top of Mind Awareness adalah brand yang telah mencapai level dimana mereka-lah yang akan pertama kali muncul dalam ingatan konsumen ketika memikirkan bidang atau kategori produk tertentu.

Gimana sih Cara Mengukur Brand Awareness ?

Dari tadi, kita hanya membicarakan mengenai beberapa hal umum mengenai brand awareness. Tapi gimana sih cara mengukurnya ? Simak beberapa teknik ini untuk mengukur seberapa tingkat brand awareness Anda.

Survey

Cara pertama yaitu melakukan survey terhadap konsumen. Teknik ini bisa dikatakan sangat umum dan agak kuno, namun hasilnya bisa memberikan kita akurasi yang tepat. Untuk melakukan survey, Anda bisa memilih beberapa konsumen untuk ditanyakan mengenai pengetahuan mereka tentang brand dengan kategori produk tertentu.

Insight / Analytics Media Sosial dan Website

Ketika melihat insights akun media sosial milik brand Anda, disaat itu juga akan terlihat peningkatan, penurunan, atau stagnan dalam hal brand awareness. Engagement media sosial bisa menjadi salah satu cara untuk melihat dan meningkatkan brand awareness.

Sementara jika menggunakan website, Anda bisa melihat hasil analytics website. Gunakanlah Google Analytics untuk mengecek trafik website, berapa banyak share, likes, backlink, dan komentar dari audiens. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan informasi berupa berapa banyak pengguna yang mengunjungi website Anda dengan mengetikkan URL secara langsung di browser terbaik mereka. Jika jumlahnya banyak, maka bisa dikatakan bahwa merek Anda sudah memiliki brand awareness yang cukup tinggi.

Lalu, Bagaimana Cara Meningkatkan Brand Awareness ?

Usaha untuk menumbuhkan brand awareness bukanlah proses yang mudah untuk dilakukan. Prosesnya pun tidak sebentar, namun dampaknya akan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Tentunya ini membawa dampak yang baik juga terhadap bisnis Anda. Untuk mewujudkannya, silahkan simak beberapa cara ini untuk meningkatkan brand awareness.

1. Buat Logo dan Tagline Menarik

Hal paling mendasar dan sederhana untuk menciptakan brand awareness adalah untuk membuat logo dan slogan se-menarik mungkin. Logo akan muncul di masing-masing hal yang terkait dengan brand Anda. Dari produk, poster, situs web, media sosial, kartu nama dan dokumen lainnya. Buat logo yang memorable sehingga Anda bisa lebih in-touch dan orang-orang mengingat merek Anda pada pandangan pertama.

Juga, buat tagline sederhana tetapi itu benar-benar mewakili brand. Tujuannya adalah agar mudah diingat dan konsumen dapat dengan mudah mengasosiasikannya dengan sebuah merek ketika mereka mendengarkan atau membaca tagline tersebut. Tetapi di sini tidak berarti asal, karena tagline yang tidak baik dapat merusak reputasi merek. Pilih kata-kata sangat penting, mewakili merek dan dekat dengan kehidupan sehari-hari konsumen.

2. Aktif di Media Sosial

Membangun reputasi di media sosial merupakan salah satu cara terbaik untuk lebih dekat dengan konsumen. Alasan logisnya adalah karena hampir seluruh masyarakat baik di Indonesia maupun dunia telah menggunakan media sosial, baik itu Facebook, Instagram, Twitter, maupun platform media sosial lainnya.

Dilansir dari DataReportal pada bulan Januari 2021, terdapat kurang lebih 170 juta orang yang menggunakan media sosial di seluruh Indonesia, dimana total penduduk di Indonesia saat itu berjumlah 274 juta jiwa. Jumlah ini meningkat sebesar 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Anda dapat menjangkau konsumen menggunakan platform yang mereka akses setiap hari tanpa absen. Media sosial sangat memungkinkan merek untuk diketahui oleh target pasar secara luas. Agar merek Anda diketahui dengan cepat oleh target pasar, gunakan fitur promosi atau fitur iklan.

3. Buat Website yang Menarik dan Informatif

Selain aktif di media sosial, Anda juga harus pandai untuk menggunakan website sebagai properti. Buat tampilan yang menarik dan berikan informasi yang berguna. Bangun situs web yang user-friendly untuk membuatnya mudah digunakan oleh konsumen. Selain itu, berikan juga informasi atau layanan produk yang ditawarkan yang mudah dimengerti dan selengkap mungkin.

Untuk pelanggan potensial tertarik untuk mengunjungi website brand Anda, produksi artikel yang berisi informasi relevan untuk mereka. Dengan artikel, tidak hanya memberi pendidikan, tetapi pada saat yang sama konsumen langsung diarahkan ke brand tersebut.

4. Lakukan Co-Branding

Apakah merek Anda tidak banyak dikenal oleh konsumen ? Co-Branding bisa menjadi solusi yang patut dicoba. Co-Branding adalah kolaborasi antara dua merek atau lebih yang dimaksudkan untuk meningkatkan citra produk atau layanan. Salah satu contohnya adalah Brand Minuman Cepat Saji dan Oreo, produk yang bekerja sama dengan menyajikan minuman yang menggunakan Oreo sebagai pelengkapnya. Penggabungan ini cukup unik, sehingga konsumen dibuat penasaran dan datang untuk mencoba.

Tentu saja, strategi ini mengangkat citra kedua merek sekaligus. Meskipun ini bukan penggabungan nyata kedua merek tersebut, setidaknya dengan co-branding mereknya ditampilkan dengan merek yang lebih besar dan membantu konsumen untuk mengenal lebih lagi. Tetapi ketika melaksanakan strategi ini, pastikan bahwa merek yang diundang untuk bekerja memiliki profil konsumen yang sama dengan merek Anda dan tidak memiliki citra yang buruk.

5. Menggunakan Influencer

Pada teknik terakhir ini, para pemilik brand harus menggunakan para influencer untuk mempromosikan produk dari brand Anda di media sosial yang mereka miliki. Rata-rata influencer memiliki pengikut yang banyak pada masing-masing akun media sosial mereka. Kemungkinannya sangat besar kalau influencer tersebut dipercaya oleh para pengikutnya.

Kepercayaan inilah yang menimbulkan banyaknya engagement, sehingga brand awareness pun bisa meningkat. Ketika brand Anda dipromosikan di akun media sosial mereka, maka secara tidak langsung para pengikutnya juga akan dipaparkan brand Anda dan bukan tidak mungkin mereka akan memiliki keinginan untuk menggunakan produk yang sama dengan orang yang mereka idolai.

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai brand awareness yang kami harap bisa menambah pengetahuan Anda untuk menciptakan kesadaran mereka yang baik bagi bisnis dan produk Anda.

Harapannya dengan peningkatan brand awareness, produk dari brand Anda akan terus dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga masyarakat dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One reply on “Apa Itu Brand Awareness ? Inilah Manfaat, Strategi dan Contohnya”