Tinggal Tambahin Elemen Ini, Konten Apapun Pasti Jadi Lebih Menarik !!

Ada beberapa metode atau cara untuk meningkatkan trafik suatu konten. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan media infografis. Banyak orang, terutama bisnis yang bergerak di bidang pengembangan konten, membutuhkan infografis untuk menarik lebih banyak pembaca.

Tidak hanya itu, infografis merupakan media termudah untuk merangkum semua informasi penting secara ringkas dan padat. Hal ini tentunya akan menarik pembaca untuk membagikannya kepada orang lain dan membuat konten tersebut menjadi viral.

Mengapa demikian ? Karena beberapa temuan di lapangan, audiens yang lebih tertarik tertarik pada konten yang menyajikan lebih banyak bentuk visual untuk meningkatkan brand awareness suatu perusahaan. Alasan lainnya, infografis juga dapat merangkum informasi penting secara lebih singkat, padat, dan jelas hanya dalam satu gambar.

Gimana sih cara membuat infografis yang mudah dan benar ? Pada artikel ini, kami akan memberikan tips dan trik untuk dapat membuat infografis sebagai langkah awal dalam mengembangkan konten yang menarik.

Apa Itu Infografis ?

Infografis berasal dari kata infographic (dalam bahasa inggris), yang merupakan singkatan dari informasi dan grafik. Sesuai dengan namanya, infografis adalah informasi yang disajikan dalam bentuk teks yang dipadukan dengan elemen visual seperti grafik, gambar, ilustrasi, atau tipografi.

Menambahkan infografis pada konten akan membuat pembaca lebih tertarik dan lebih mudah mencerna informasi yang Anda sampaikan. Mengapa ? Karena secara psikologis, 90% otak manusia menyerap informasi dalam bentuk visual lebih cepat daripada teks.

Selain itu, infografis juga identik dengan penambahan data berupa angka yang dikemas dengan padu padan warna desain. Ini membuat konten Anda tampil lebih akurat dan menarik bagi pembaca.

Jenis Infografis dan Contoh Infografis

Meskipun ada banyak penyajian infografis yang berbeda, ada tiga kategori umum di mana infografik dapat dikategorikan. Masing-masing tipe atau jenis ini memiliki tujuannya sendiri dan dapat menjadi alat bercerita yang hebat bila diterapkan dengan benar.

1. Infografis Visualisasi Data

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan visualisasi data dalam bentuk bagan dan grafik dasar. Visualisasi data hanyalah representasi visual dari data. Biasanya dianggap sebagai ilmu artistik, karena menggunakan estetika desain untuk meningkatkan pemahaman data, sintesis, dan pada akhirnya mengingat. Baik itu pola meta atau titik data tunggal, visualisasi data menerjemahkan data tersebut ke dalam bahasa visual yang dapat Anda pahami dengan mudah dan instan.

Di era big data saat ini, akan sangat penting untuk memahami angka dan dapat dengan mudah berbagi informasi dengan lebih cepat dan praktis.

2. Infografis Desain Informasi

Infografik Desain informasi adalah bagian dari desain grafis yang berfokus pada menampilkan informasi secara efisien dan efektif. Ini adalah kategori yang luas, mencakup banyak disiplin desain fungsional. Ini berbeda dari visualisasi data karena tidak dibuat dari titik data tertentu melainkan konsep atau informasi lain, seperti proses, anatomi, kronologi, atau hierarki.

3. Infografis Editorial

Sementara publikasi besar telah menampilkan infografis selama beberapa dekade, telah terjadi perubahan dalam gaya dan jenis konten visual yang mereka hasilkan. Tren ini juga dipuji oleh kebangkitan sosial. Infografis telah menjadi konten yang sangat mudah dibagikan, sehingga publikasi merangkul media untuk lebih melibatkan pembaca.

Sebelumnya, infografis editorial terbatas pada diagram batang, garis, dan lingkaran sederhana, menggunakan ilustrasi hanya dalam fitur yang lebih kompleks untuk suatu area atau menunjukkan anatomi suatu objek.

Cara Mudah Membuat Infografis Yang Menarik

Pembahasan selanjutnya, memasuki topik bagaimana menyusun kreasi sebuah infografis. Berikut ini adalah tutorial cara mudah mengembangkan media infografis.

  1. Langkah Pertama : Tentukan Topik Bahasan
  2. Langkah Kedua : Tentukan Audiens atau Target Pengguna
  3. Langkah Ketiga : Kumpulkan Data dan Sumber Referensi
  4. Langkah Keempat : Visualisasikan Data ke dalam Bentuk Infografik
  5. Langkah Kelima : Rancang Struktur Tata Letak
  6. Langkah Keenam : Gunakan Template
  7. Langkah Ketujuh : Tambahkan Style pada Desain
  8. Langkah Kedelapan : Review Desain Anda

Nah sekarang mari kita simak penjelasan lengkap dari setiap langkahnya.

1. Tentukan Topik Bahasan

Sebelum masuk ke pembahasan lebih dalam tentang cara membuat infografis, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu topik apa yang ingin Anda sampaikan. Untuk menemukan topik yang tepat, Anda dapat merujuk ke beberapa pertanyaan dasar seperti :

  • Apa yang dibutuhkan pembaca Anda ?
  • Masalah apa yang mereka hadapi ?
  • Solusi apa yang dapat Anda tawarkan kepada mereka ?

Pada tahap ini, Anda dapat menggunakan question pyramid sebagai kerangka acuan Anda dalam membuat infografis.

Di bagian paling atas piramida, masalah pembakaran adalah pertanyaan utama yang akan Anda jelaskan nanti melalui infografis. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan pendukung untuk menyampaikan informasi yang lebih mendalam. Terakhir, Anda juga dapat menambahkan pertanyaan menyelidik untuk memberikan wawasan tambahan tentang keseluruhan topik yang Anda liput.

2. Tentukan Audiens atau Target Pengguna

Seperti halnya membuat konten dalam bentuk blog atau video, Anda perlu mengetahui audiens seperti apa yang Anda targetkan untuk infografis. Anda dapat menggunakan beberapa elemen untuk menentukan audiens tertentu. Misalnya berdasarkan jenis kelamin, usia, profesi, latar belakang pendidikan dan lain-lain.

Kemudian, Anda bisa menggunakan elemen-elemen tersebut sebagai referensi untuk membuat konsep infografis. Misalnya, Anda menargetkan audiens untuk anak muda. Jadi, Anda bisa mendesain desain yang jika terlihat ringan namun tetap menarik.

Seperti penggunaan kombinasi beberapa warna cerah dan menarik. Kemudian jenis penggunaan font yang minimalis dan mudah dibaca. Hingga penambahan komponen lain seperti gambar dan grafik yang eye-catching dan tidak monoton.

Dengan begitu, infografis Anda dapat berhasil menarik audiens yang Anda targetkan. Apalagi saat ini juga banyak berbagai tool desain grafis online yang bisa digunakan, seperti Canva, Snappa, atau Piktochart. Padahal, Anda membutuhkan keahlian khusus untuk membuat desain melalui alat-alat tersebut.

3. Kumpulkan Data dan Sumber Referensi

Dari audiens yang sudah Anda targetkan tadi, kini saatnya Anda menyusun konten yang akan dibagikan melalui infografis. Pada tahap ini, Anda bebas menggunakan data dari berbagai referensi seperti internet, buku, atau data asli yang Anda dapatkan sendiri.

Yang terpenting, jika Anda menggunakan sumber eksternal, pastikan Anda mencantumkan nama sumber secara eksplisit. Selain itu, pastikan informasi yang Anda dapatkan benar-benar memberikan banyak manfaat bagi audiens. Jangan biarkan infografis Anda membosankan atau tidak berguna.

Strategi yang bisa dilakukan adalah melakukan riset sebanyak-banyaknya. Sangat disarankan ketika Anda menambahkan data pendukung seperti survei dan statistik. Setidaknya, ini bisa membuat infografis Anda terlihat lebih berbobot di mata pembaca.

4. Visualisasikan Data ke dalam Bentuk Infografik

Jadi, jika Anda telah memiliki masalah audiens yang bisa Anda atasi, kini saatnya Anda menyajikan data dan informasi yang tepat secara visual.

Bisa dibilang, di antara langkah-langkah cara membuat infografis, langkah ini adalah salah satu yang paling penting.

Pada tahap ini, kami menyarankan Anda untuk menggunakan metode ICCORE (Inform, Compare, Change, Organize, Relationships dan Explore) sehingga Anda dapat memilih jenis bagan yang tepat untuk memvisualisasikan data Anda. Berikut adalah deskripsi lengkap dari masing-masing metode :

  • Inform
    Bagi Anda yang ingin menyampaikan pesan penting dengan data yang lebih to the point. Anda dapat menampilkannya dengan teks tebal, besar, dan berwarna-warni. Atau dengan menyorot bagian gambar yang disorot dengan penambahan diagram lingkaran atau piktograf.
  • Compare
    Jika Anda ingin memberikan informasi yang berbeda atau membandingkan satu konteks dengan konteks lainnya, Anda dapat menggunakan jenis bagan batang, kolom, atau gelembung. Juga gunakan diagram lingkaran, diagram donat, piktogram, atau peta pohon untuk membandingkan konteks secara keseluruhan. Atau gunakan bagan area bertumpuk untuk membandingkan tren dari waktu ke waktu.
  • Change
    Kategori ini biasanya digunakan jika konten Anda berisi perubahan data, timeline, cerita dari berbagai industri, produk, atau konsep dari waktu ke waktu. Agar pembaca dapat dengan mudah memahami konteks infografis Anda, gunakan diagram atau bisa juga menggunakan desain infografis dengan template timeline.
  • Organize
    Selanjutnya ada kategori Organizing yang biasanya digunakan untuk menampilkan informasi secara berurutan seperti peringkat, pola, kelompok, atau siklus secara berurutan. Sebagai pendukung konten, Anda dapat menggunakan diagram dalam bentuk diagram alur, peta pikiran, atau tabel.
  • Relationship
    Jika Anda ingin memperlihatkan hubungan yang lebih kompleks dalam suatu konteks, Anda bisa menggunakan plot sebar atau plot multi-seri.
  • Explore
    Berbeda dengan yang lain, kategori Explore digunakan ketika Anda ingin menjelajahi infografis dan menemukan wawasan yang lebih dalam.

    Gaya visualisasi di sini akan sangat cocok dengan spesifikasi data Anda, sehingga Anda bebas mendesain diagram yang kompleks dan interaktif.

    Anda bisa menambahkan berbagai fitur tambahan seperti filtering, sorting, atau visual lainnya yang membuat infografis menarik. Di bawah ini adalah contoh infografis menggunakan metode Explore, dimana pembaca dapat menggeser indikator grafik dan mendapatkan perhitungan sewa rumah secara otomatis.

5. Rancang Struktur Tata Letak

Langkah selanjutnya dalam menentukan desain infografik adalah merancang tata letak kotak untuk menyeimbangkan tata letak dalam setiap elemen seperti teks, gambar, dan diagram.

Perlu diingat, bahwa kita terbiasa membaca dari kiri ke kanan atau atas ke bawah, jadi pastikan desain infografis Anda dapat memindahkan tampilan dari elemen ke elemen.

6. Gunakan Template

Membuat desain infografis dari awal akan memakan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Apalagi bagi Anda yang tidak terlalu pandai dalam mendesain. Untungnya, kini Anda bisa membuat infografis secara online menggunakan berbagai platform gratis seperti Canva, Venngage, Visme.co, Piktochart dan lain-lain.

Secara umum, desain platform yang ada sudah menyediakan sederet template infografis yang siap pakai. Anda dapat memilih berbagai model dan warna template agar sesuai dengan topik infografis Anda.

Nantinya, Anda tinggal mengubah warna teks, menambahkan teks, dan gambar tanpa harus mendesain layout grid karena tersedia langsung dari template yang Anda pilih. Setelah selesai, Anda tinggal mendownload infografis yang telah dibuat.

Namun, template infografis memungkinkan orang lain untuk menggunakan model template yang sama seperti Anda. Template infografis biasanya juga kurang fleksibel. Terutama jika Anda ingin mengubah tata letak, warna latar belakang, atau elemen bawaan lainnya.

7. Tambahkan Style pada Desain

Nah, sekarang Anda sampai pada sesi yang paling menyenangkan, yaitu menambahkan gaya untuk menghasilkan desain infografis yang lebih menarik.

  1. Tentukan Jenis Font untuk Teks
    Sebelum memutuskan jenis font, susun dulu teks yang merangkum topik infografis Anda. Artinya, buatlah teks sesingkat mungkin tanpa mengurangi poin utama yang ingin disampaikan.

    Setelah itu, pilih font yang mudah dibaca, lalu tebalkan teksnya jika menjadi highlight konten. Kemudian dan pilih warna yang intens untuk membedakan antara judul yang disorot dan deskripsi teks.

  2. Lakukan Penyesuaian Agar Konsisten
    Pada tahap ini, perhatian penuh Anda sangat dibutuhkan. Anda harus mampu menghasilkan unsur komposisi yang tepat dan konsisten. Misalnya, menambahkan bentuk untuk menyorot header atau daftar setiap elemen.Atau tambahkan simbol dan ikon di setiap titik untuk memperkuat elemen desain secara keseluruhan. Kemudian, gunakan warna, gaya, dan ukuran yang konsisten. Kemudian gabungkan dengan bentuk latar belakang tambahan di belakangnya.
  3. Gunakan Negative Space pada Desain
    Negative Space adalah ruang kosong yang sengaja dibiarkan dalam desain elemen-elemen di sekitarnya. Tujuannya agar setiap elemen terlihat seimbang dan presisi. Namun, makna negative space tidak harus menggunakan latar belakang putih, tetapi bisa berwarna apa saja. Kemudian, tambahkan bagian ruang negatif di margin agar tampilan desain tidak terlihat sesak.
  4. Memilih Warna Desain Infografik
    Langkah terakhir dan tak kalah pentingnya adalah menentukan perpaduan warna dalam desain infografis Anda. Warna tidak hanya berguna untuk membuat desain menarik, tetapi juga memudahkan pembaca menangkap pesan yang Anda sampaikan.

8. Review Desain Anda

Terakhir, cara membuat infografis tidak akan lengkap jika Anda tidak mengulas dan memperhatikan setiap elemen yang Anda uraikan dalam infografik tersebut.

Jangan takut untuk meminta masukan dari orang lain, sehingga Anda bisa mendapatkan wawasan baru yang mendukung desain Anda menjadi lebih sempurna lagi.

5 Top Rekomendasi Platform Online Terbaik Untuk Membuat Infografis

Membuat infografis kini lebih mudah dan cepat dengan bantuan platform desain grafis online yang menawarkan layanan gratis hingga berbayar. Berikut 5 platform rekomendasi terbaik yang bisa Anda coba.

1. Canva

Siapa yang tidak kenal dengan platform yang satu ini ? Ya, Canva memang sering menjadi platform andalan oleh banyak pengguna. Karena selain gratis, setiap orang bisa memiliki desain yang berkelas tanpa perlu keahlian tertentu.

Canva memiliki berbagai macam template gratis untuk dipilih. Mulai dari template banner, poster, kartu ulang tahun, postingan Instagram, dan tentunya juga infografis.

Pada platform ini juga tersedia berbagai elemen pendukung untuk mempercantik tampilan desain seperti simbol, ikon, dan gambar yang dapat Anda gunakan sesuai keinginan.

Anda bisa klik link ini untuk mendapatkan Akun Canva Premium Gratis

2. PiktoChart

Tidak kalah dengan platform sebelumnya, Picktochart bisa menjadi pilihan lain untuk mewujudkan desain infografis terbaik Anda. Di sini, Anda dapat memilih lebih dari 800 template dari konsep paling sederhana hingga yang kompleks.

Anda juga bebas membuat template sendiri dengan mengandalkan fitur drag and drop, serta menambahkan logo, gambar, ikon, simbol, dan diagram. Sayangnya, tidak semua template yang ditawarkan bisa digunakan secara gratis. Beberapa di antaranya akan dikenakan biaya lisensi Premium yaitu Lite ($12,5 per bulan) dan Pro ($24,17 per bulan).

3. Infogram

Nah, bagi Anda yang suka membuat infografis dengan banyak angka dan statistik, platform Infogram bisa menjadi pilihan yang tepat. Platform ini sangat membantu bagi Anda yang ingin memvisualisasikan data yang kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dicerna.

Namun, jika Anda ingin menggunakan seluruh template, Anda harus mendaftar sebagai pengguna Premium yaitu Pro ($25 per bulan) atau Bisnis ($79 per bulan). Setelah menentukan template yang sesuai, Anda masih bisa menentukan bagian-bagian yang ingin diubah sesuai kebutuhan.

4. Venngage

Sama seperti Canva, platform Venngage juga menawarkan berbagai opsi untuk membuat desain grafis dengan mudah bagi pemula. Sayangnya, tidak semua pengguna bisa menggunakan layanan ini secara gratis. Venngage hanya menawarkan lisensi gratis untuk pengguna yang berstatus pelajar saja.

Namun, fasilitas yang ditawarkan cukup sesuai dengan biaya yang dikenakan untuk lisensi Premium, yaitu $19 per bulan.

Untuk membuat infografis, Venngage menyediakan berbagai template dari berbagai konsep seperti konsep statistik, perbandingan, timeline, geografi, grafik, tutorial, dan lain-lain.

Setelah menentukan template yang tepat, Venngage memfasilitasi pengguna untuk menyesuaikannya dengan menyebutnya sebagai widget alias komponen pendukung untuk menyempurnakan desain Anda. Seperti menambahkan simbol, ikon, diagram, atau peta sesuai dengan data yang ingin dibagikan.

5. Visme

Lalu ada Visme, yang merupakan platform desain grafis multi-faceted yang khusus dikembangkan untuk kebutuhan pemasaran. Platform ini mendukung Anda untuk membuat presentasi, animasi, mock-up, banner, serta infografis.

Menariknya, kamu tidak hanya disuguhkan dengan berbagai jenis template siap pakai yang gratis dan berbayar, tetapi juga penambahan efek dan animasi untuk membuat desain kamu semakin menarik.

Manfaat Menggunakan Infografis

Banyak Banget ! Anda tidak hanya mendapatkan konten yang lebih menguntungkan, tetapi juga peluang untuk menarik lebih banyak audiens. Sebagai tambahan, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengandalkan infografis pada konten.

  1. Lebih Atraktif
    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, infografis memang lebih mudah untuk menarik perhatian pembaca. Karena konten Anda tidak hanya mencakup teks, tetapi juga campuran alami gambar, warna, dan desain dari pembaca.
  2. Mudah untuk Dibagikan
    Dengan menambahkan infografik di blog atau website Anda, pengunjung Anda dapat lebih mudah membagikannya di berbagai media sosial melalui kode embed yang disematkan.
  3. Meningkatkan Brand Awareness
    Infografis dapat digunakan untuk membantu meningkatkan brand awareness produk bisnis Anda. Dengan menyisipkan logo merek perusahaan Anda agar pembaca lebih mudah mengenali dan mengetahui logo Anda.
  4. Media Promosi yang Efektif
    Audiens cenderung lebih menyukai konten yang dibuat sederhana, tetapi konteks yang dicapai sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan infografik membuka peluang promosi yang lebih efektif dan efisien.
  5. Meningkatkan Performa Optimasi SEO
    Jika sudah banyak yang membagikan infografik Anda, otomatis Anda akan mendapatkan tambahan backlink yang mendukung kinerja SEO. Bahkan, Google juga akan menganggap bahwa konten Anda memang bersifat shareable alias mudah dibagikan.
  6. Men-Trigger Orang Untuk Mengonsumsi Informasi didalamnya
    Tampilan yang menarik juga dapat meningkatkan minat pembaca. Cara menumbuhkannya dengan memperbaiki tampilan visual akan terlihat lebih user friendly dan tidak membosankan saat dibaca.

Kesimpulan

Infografis adalah salah satu solusi terbaik untuk memperkenalkan bisnis, website atau blog Anda kepada target audiens. Karena dengan infografik, Anda dapat menyajikan data informasi secara visual yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dijangkau, efektif, mampu meningkatkan minat baca, dan mudah disebarluaskan.

Untungnya, membuat infografik sesulit yang Anda kira. Pada artikel ini, kami juga telah menjelaskan cara membuat infografis dari A hingga Z, beserta beberapa rekomendasi platform terbaik untuk membuat desain grafis.

Leave a Comment